Tampilkan postingan dengan label Info Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Mudik. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Agustus 2011
Delapan Jenis Kecelakaan Maut di Jalur Mudik, Hati-hatilah di Jalan
SoBnews - Angka kecelakaan saat mudik Lebaran masih terbilang tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan jalur mudik bisa membuat jiwa melayang. Kepala Posko Operasi Ketupat Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Pringadi, menerangkan ada delapan jenis kecelakaan yang biasanya terjadi saat mudik Lebaran. Yang paling banyak terjadi adalah tabrakan depan-depan atau "adu banteng". Pada H-6 Lebaran tahun lalu, korban kecelakaan jenis ini melibatkan 79 orang, sedangkan pada 2011 ini, korbannya mencapai 81 orang.
"Ini terjadi pada jalur mudik yang tidak memiliki median jalan. Biasanya terjadi di jalur mudik Jawa," ujar Pringadi kepada VIVAnews.com.
Kecelakaan tunggal juga masih terbilang banyak. Mengantuk dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, menjadi penyebab utama. Pada tahun lalu, juga pada H-6 Lebaran, kecelakaan jenis mencapai 25 kasus, sedangkan pada 2011 sudah terjadi 16 kali.
Tabrakan depan-samping, di tahun 2010 mencapai 44 kali, tahun ini sudah 68 kali. Sedangkan tabrakan depan-belakang di tahun 2010 mencapai 30 kali dan 2011 sebanyak 37 kali.
Kecelakaan tabrak manusia juga tercatat tinggi. Pada tahun 2010 sebanyak 38 kali dan tahun 2011 sudah terjadi 40 kali.
Untuk semua jenis kecelakaan itu, ada 14 penyebab yang harus dihindari, di antaranya: mengantuk, melaju terlalu cepat, mabuk, sakit, menggunakan handphone sambil mengendara, berboncengan lebih dari satu orang, faktor alam, kelaikan kendaraan, prasarana jalan, rambu, marka, dan lintasan kereta api.
Menurut data, jumlah tertinggi penyebab kecelakaan adalah karena berboncengan lebih dari satu orang. Pada tahun 2010, kecelakaan karena faktor ini berjumlah 99 orang dan tahun 2011 berjumlah 104 orang. Peringkat kedua adalah karena mengantuk--pada tahun 2010 mencapai 49 orang dan 2011 sebanyak 88 orang. Kelaikan kendaraan juga tidak boleh dianggap enteng. Pada tahun 2010, faktor ini menyebabkan 35 kasus kecelakaan, sedangkan di tahun 2011 sebanyak 32 kasus.
sumber• VIVAnews
Sabtu, 27 Agustus 2011
MUDIK, SEBUAH AJANG SILATURAHMI DAN TRADISI YANG MENJADI SAKSI GAGALNYA SISTEM TRANSPORTASI DI NEGERI INI
Mudik yukk...mungkin itu yang ada di benak penduduk Indonesia ketika menjelang akhir bulan Ramadhan dan akan memasuki Hari Raya Idul Fitri, mereka berbondong-bondong untuk mudik atau pulang kampung.Salah satu alasan mudik adalah untuk bersilaturahmi dengan orang tua, saudara-saudara dan handai tolan di kampung, setelah sekian lama merantau atau bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta.
Sistem Transportasi Publik Yang Mengecewakan
Namun tradisi mudik selama bertahun-tahun tak pernah diimbangi oleh sistem transportasi yang baik di negeri ini. Jalan-jalan banyak yang rusak dan berlubang, angkutan umum seperti kereta api juga sangat mengecewakan, dan seabrek masalah yang mengikuti pertumbuhan transportasi negeri ini.
Kemana Pajak Yang dibayar Rakyat???
Tiap tahun pengguna kendaraan bermotor harus membayar pajak, jumlahnya sampai ratusan ribu rupiah, tentu saja dengan populasi kendaraan bermotor di negeri ini, jumlah pajak yang terkumpul setiap tahunnya mencapa trilyunan rupiah.
Namun mana hasil dari pajak yang ditarik secara paksa dari rakyat???, pemerintah memang memaksa rakyat membayar pajak kendaraan bermotor, jika telat saja rakyat langsung didenda. Pembayaran pajak harus disiplin, orang bijak bayar pajak dan slogan-slogan lainnya. Tapi kenyataannya, pemerintah yang tidak disiplin dalam merawat fasilitas transportasi di negeri ini, pemerintah selalu telat dalam memperbaiki fasilitas transportasi jalan, kalaupun diperbaiki pun hanya setengah-setengah, tambal sulam dan sebagian malah tidak selesai-selesai entah sampai kapan, harusnya pemerintah didenda juga dong.
Padahal kita tahu, rakyat kecillah yang paling bijak membayar pajak, tak pernah mereka terlibat mafia pajak untuk mengurangi atau menghilangkan jumlah rupiah pajak yang harus mereka bayar. Tapi kenyataannya pemerintah justru acuh tak acuh terhadap rakyat kecil, pemerintah lebih mementingkan para pemilik modal, konglomerat yang jelas-jelas malah mengemplang pajak, terlibat mafia pajak dan hukum.
Dikutip tanpa edit dari email Bapak Wardoyo, karyawan Swasta sebuah perusahaan di Tangerang.
Jumat, 26 Agustus 2011
BEBERAPA JALUR ALTERNATIF DI JALUR SELATAN MASIH BANYAK YANG RUSAK DAN DALAM PERBAIKAN
Banyumas. (SoB News) Bagi yang ingin mudik melewati jalur selatan, sebaiknya menghindari beberapa jalur alternatif, karena keadaan jalan yang rusak, licin, dan masih dalam perbaikan. Jalur –jalur itu misalnya jalur alternatif Rawalo-Sampang, Banyumas-Wijahan (via Somagede), Kroya-Wijahan (via Kemranjen ), Kroya Sumpiuh ( via Kemranjen ), Purwokerto-Banyumas (via Gunung Tugel ).Jalur-jalur itu umumnya berlubang, berdebu karena ada proyek perluasan jalan di kanan kirinya. Jika pemudik hendak tetap melewati jalur alternatif Banyumas Wijahan, masih ada jalur sempit tapi sudah aspal, hanya saja masih ada sedikit kerikil di kanan kiri jalan serta berkelok-kelok, agak berbahaya bagi sepeda motor, jalur ini bisa dilewati dari segitiga Tangeran belok kanan, atau pemudik bisa belok kiri langsung ke Sumpiuh, hanya saja waktu tempuh lebih jauh.
H-3 Pemudik mulai memadati jalur selatan
Banyumas (SoB News).Mulai hari Sabtu atau H-3 menjelang Idul Fitri, para pemudik khususnya yang memakai sepeda motor mulai memadati jalur selatan. Pemudik menggunakan mobil pun juga sudah mulai banyak yang melintas.Pemudik harus mewaspadai pasar tumpah seperti di daerah Wangon, Jatilawang, Sokaraja, Wijahan, Sumpiuh, Gombong, Kebumen.
Ingat jaga kesehatan, karena akan terjadi perubahan suhu ekstrim, jika pemudik melintasi perbatasan menuju Jawa bagian selatan, udara menjadi dingin.
Ingat jaga kesehatan, karena akan terjadi perubahan suhu ekstrim, jika pemudik melintasi perbatasan menuju Jawa bagian selatan, udara menjadi dingin.
Rabu, 24 Agustus 2011
H-5 JALUR SELATAN MASIH LENGANG
( SoB News ). Buntu. Jalur selatan mulai dari Buntu hingga Jogjakarta masih terlihat cukup lengang, hanya terlihat dua sampai lima pemudik sepeda motor yang melintas, diperkirakan jalur ini akan mulai padat esok hari.Namun untuk kendaraan besar seperti Truk sudah dilarang melintasi jalur sejak tadi malam jam 00.00 WIB, ini dikarenakan untuk menghindari kemacetan, saat mudik nanti. Hanya angkutan truk sembako yang masih diperbolehkan lewat, demikian kata salah satu petugas polisi pengatur lalu lintas yang bertugas di perempatan Buntu.
Beberapa pos mudik bisa anda temui di sepanjang jalur selatan, misalnya Masjid Agung Baitussalam, sekitar 2 km arah ke timur Buntu, anda bisa beristirahat untuk sekedar melepas lelah di sana, selain itu beberapa bengkel resmi sepeda motor juga siap menampung keluhan pemudik atas kendaraannya.
Senin, 22 Agustus 2011
TIPS MUDIK BERSEPEDA MOTOR ALA SPIRIT OF BEYOND, BAGI PEMULA, INSYA ALLAH AMAN
Mudik adalah tradisi setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri, para penduduk kampung yang merantau, bekerja dan tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta umumnya akan pulang kampung secara bersamaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung. Banyak juga para pemudik yang menggunakan transportasi sepeda motor sebagai kendaraan mudik, selain praktis juga tak repot ngantri tiket moda transportasi umum lain.
Berikut adalah tips mudik pakai sepeda motor terutama bagi pemula ( yang baru pertama mau mudik pake motor ) ala Spirit of Beyond, baca dan cermati sebelum mudik.
Pahami Sepeda Motor Anda
Tahu Valentino Rossi kan???, hah enggak??, tahu tukang siomay depan gang gak???,nah tukang siomay depan gang sama Valentino Rossi itu lain. Valentino Rossi adalah pembalap Moto GP tersukses dalam karir balapnya, dia legenda hidup balap motor bergengsi itu, sejak tahun 2000-2009 sudah 7 kali gelar juara dunia ia raih.
Apa rahasia si Mbah Rossi bisa sesukses itu??, salah satunya adalah memahami tunggangannya. Dia mencoba seolah mengerti apa keluhan sepeda motornya, mana yang harus diperbaiki, mana yang harus disetting ulang, mana yang harus diservis, kalau bannya bocor jangan tambal sembarangan.
Sepeda motor khususnya motor bebek adalah kendaraan yang didesain untuk keperluan perjalanan jarak dekat dan sedang, bukan untuk jarak jauh, jadi sebelum pemudik melakukan mudik dengan sepeda motor sebaiknya memahami hal ini dahulu, sehingga tahu apa yang akan dilakukan. Coba lihat apa kekurangan pada sepeda motor anda, kendarai sebentar dengan kecepatan rendah, apa ada yang aneh dengan suara mesin, performa motor ketika ditarik gasnya, dengarkan suara mesinnya, lampu-lampu, rem dan kopling ( bagi yang koplingnya manual ). Jangan bebani motor anda dengan beban yang berlebihan.
Servis Ulang, Dan Lengkap
Setelah memahami kendaraan kita, maka datangi bengkel, servis ulang , periksa semua yang ada di sepeda motor meliputi komponennya, ban gundul ganti dengan yang baru, oli walaupun belum saatnya ganti, ganti saja, keluar uang yah gak papa demi keselamatan kita kan.
Siapkan Fisik
Sebelum mudik ada baiknya menyiapkan fisik minimal dua hari sebelum mudik, jogging sebentar di pagi hari selepas subuh bagus untuk meningkatkan stamina, makan makanan bergizi dan imunisasi, kalau fisik gak memungkinkan jangan memaksakan mudik pakai sepeda motor.
Memang beberapa pendapat ulama mengatakan bahwa mudik boleh tidak berpuasa asal menggantinya di hari lain, namun bagi yang tetap ingin puasa, perhatikan juga makanan ketika buka dan sahur sebelum mudik, perbanyak makan sayuran segar dan buah, serta minum air, agar tidak dehidrasi. Sebelum mudik ada baiknya minum suplemen multivitamin, jangan makan banyak gorengan dan makanan berlemak, itu hanya akan menurunkan stamina dan konsentrasi, dan sangat berbahaya di jalan.
Istirahat Tiap Satu Jam Sekali.
Punya HP kan, coba seting dan aktifkan alarm yang akan bergetar tiap satu jam sebelum berangkat mudik. Istirahatlah setiap satu jam perjalanan, biarlah terlambat asal selamat, lagian ngapain juga cepat-cepat,toh gak ada yang ngejar. Usahakan istirahat bisa tidur barang sebentar sekitar 5 menit, ini cukup merecharge tenaga anda, sehingga bisa jalan lagi.
Ingat tips pertama pahami sepeda motor anda, dinginkan dulu tuh mesin gak usah dipaksa lari aja.
Gak Usah Ngebut
Ingat tujuan kita mudik bukan balapan, mending telat asal selamat daripada ngebut ke rumah sakit atau ke kuburan, hati-hatilah, tak usah gengsi atau panas ketika di salip orang.
Bawa Penumpang Maksimal 2 Orang ( Keluarga Ayah, Ibu, 1 Anak Kecil )
Ini kesalahan fatal pemudik sepeda motor, membawa sekeluarga naik sepeda motor kecil, ingat tips di atas, pahami sepeda motor anda???, motor juga punya perasaan, atau motor juga manusia,lhoo ini ngaco.
Sepeda motor didesain hanya untuk dua penumpang tidak lebih agar tidak mengganggu keseimbangannya. Jangan memaksakan irit malah akhirnya boros untuk biaya rumah sakit, atau malah nyawa melayang.
Bawa Kelengkapan Sepeda Motor
Ini yang terakhir. Helm, jaket, sepatu, SIM STNK, spion wajib ada dan dibawa, ingat mudik pakai sepatu yah jangan sandal, agar lebih sehat dan tak masuk angin dijalan, juga lebih aman buat kaki anda. Helm juga dipakai tuh di kepala, jangan ditaruh di dengkul, otak kita di kepala bukan di dengkul.
Yah demikian tips mudik dari Spirit of Beyond, Insya Allah aman, dan selamat dan mampu meminimalisir angka kecelakaan di jalan, jika tak mampu memenuhi salah satu tips di atas mending gak usah mudik pakai motor, sudah banyak kecelakaan yang terjadi.
SEMOGA BERMANFAAT
Hati-hati! Modus baru pembiusan dengan asap rokok bisa bikin koma
SURABAYA (SoB News) – Banyak jalan menuju Roma, banyak cara juga untuk merampok orang. Demikian mungkin kata para penjahat yang menargetkan penumpang angkutan umum di musim mudik lebaran. Tak cukup dengan pembiusan dengan air kemasan, hipnotis, hingga copet, kini ada modus baru dalam hal pembiusan.
Pihak Polrestabes Surabaya meminta para pemudik Lebaran, terutama yang menumpang bus, kereta, dan angkutan umum lainnya, mewaspadai kejahatan pembiusan. Apalagi, sudah ada modus baru, yakni pembiusan lewat asap kecubung.
Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menyatakan, para penjahat diduga sudah banyak yang menyebar di terminal bus, stasiun, pelabuhan, dan juga bandara.
“Mereka biasanya beraksi dalam kelompok kecil atau sindikasi. Tapi, ada juga yang sendirian,” ungkap Suparti, seperti yang dikutip Surya.co.id, pada Senin (22/8/2011).
Ia mengungkapkan sampai akhir pekan lalu, memang belum ada laporan kasus pembiusan. Meskipun demikian para pemudik tetap harus waspada. Sebab, selain kehilangan harta benda, korban juga bisa tak sadarkan diri hingga berujung kematian, jika dosis bius yang digunakan sangat besar.
Terkait hal tersebut, Suparti mengungkapkan sebaiknya pemudik yang menumpang angkutan umum tidak menerima makanan atau minuman dari orang tak dikenal.
“Apalagi dengan orang yang sok akrab dan solider,” ujarnya.
Modus pembiusan lewat makanan dan minuman memang populer. Zat bius dimasukkan ke gelas atau botol minuman dengan cara disuntikkan. Selanjutnya lubang suntikan itu ditutup dengan lem. Sifatnya yang tidak berasa, membuat kondisi minuman tidak berubah.
Berbeda dengan bius lewat makanan dan minuman, bius lewat asap biasanya menggunakan rokok yang terbuat dari tembakau dicampur biji atau bunga kecubung. Pelaku bisa memberikan rokok kecubung kepada korban atau mengembuskan asap rokok kecubung kepada korban yang mengantuk atau tengah tertidur pulas.
Pembiusan dengan asap pernah dialami oleh Muhammad Nuraini (23), warga Cengkareng, Babat, Lamongan, pada pertengahan Desember 2010. Penumpang bus jurusan Surabaya-Lamongan tersebut hilang kesadaran hingga harus dirawat di RSU Dr Soetomo Surabaya. Diduga pelaku membius korban dengan asap rokok kecubung. Indikasinya, korban tidak muntah serta koma dalam waktu lama.
Sebelumnya, pada pertengahan September 2009, Sopingi (47), pemudik asal Dusun Krajan, Desa Bagorejo Kec Srono, Banyuwangi, juga menjadi korban pembiusan model ini. Pedagang tembakau di Palu, Sulteng, ini ditemukan koma di bangku bus Kentjono di Terminal Jajag, Gambiran, Banyuwangi. Ponsel dan uang tunai Rp 5 juta miliknya raib. Hal tersebut terjadi setelah ia menyedot rokok pemberian pelaku. Dilihat dari perilaku yang agak liar, korban diperkirakan mengisap rokok yang dicampuri kecubung.
Bahkan, ada kemungkinan, pria berusia 35 tahun yang ditemukan koma, Sabtu (20/8) lalu, di Terminal Madiun adalah korban pembiusan dengan modus rokok kecubung ini. Saat ditemukan kru bus Cendana, korban yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Madiun ini kehilangan semua barang bawaannya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Kamis (18/8), juga mengimbau para penumpang angkutan umum untuk mewaspadai pembiusan dan hipnotis yang mulai marak belakangan ini. Untuk itu, pihak Polda Metro Jaya sudah menyiapkan call center menggantikan 112 yang kini tak berfungsi.
“Usahakan jangan sampai jalan sendiri,” ujarnya. Ia meminta penumpang membatasi komunikasi dengan orang tak dikenal. “Kalau ada hal mencurigakan hubungi call center polisi,” tambahnya.
Banyaknya kriminalitas yang terjadi saat musim lebaran menjadi indikator betapa bobroknya moral dan kualitas keimanan masyarakat. Bahkan setelah melalui bulan suci Ramadhan yang dipenuhi dengan ibadah dan aktivitas mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, kedatangan Idul Fitri malah dijadikan sebagai masa panen kriminalitas untuk merampok jerih payah saudaranya sendiri. Wallohua’lam. sumber(dbs/arrahmah.com)
Spirit of Beyond menyajikan info mudik, lihat updatenya di www.spiritofbeyond1453.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


